website monopoli indonesia

Menjadi Muslim Di AS Belum Bisa Seperti Di Indonesia.

www.indomonopoly.com
Amerika Serikat dan Indonesia memiliki persamaan dalam masalah pluralisme dan perbedaan antar agama. Walau memang, tak terlalu mirip. AS dan Indonesia sama-sama memiliki banyak ras, suku, budaya, dan agama.

Melihat hal tersebut, Direktur Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Prof. Azyumardi Azra mengatakan Indonesia adalah sebuah keajaiban, merujuk pada keberagaman yang ada.

Hal tersebut dia tuturkan saat berbicara pada acara bertajuk "Memahami Konteks Kontemporer Pluralisme dan Keberagaman di AS dan Indonesia" yang diselenggarakan oleh United State Society Indonesia (USINDO) di gedung World Trade Center, Jakarta, Sabtu (13/8).

Menyinggung hal serupa, pembicara lainnya, mantan presiden masyarakat Islam Amerika Utara Imam Magid mengatakan, Amerika Serikat tidak kalah ajaibnya (dalam menjunjung tinggi toleransi antar umat).

"Kita tahu pemberitaan di media kini berbumbu agama dan kebanyakan jelek. Kampanye di media sosial saling bersinggungan antar komunitas dalam menyikapi isu miring, isu agama contohnya," kata dia dalam kesempatan sama.

Walau demikian, dia menambahkan, identitas seorang muslim di Amerika Serikat belum bisa seterbuka Indonesia. Penggunaan hijab di muka umum memang dibolehkan, tetapi, untuk tempat ibadah sendiri kami (muslim) harus mengikuti gaya Amerika, terkait bentuk bangunan itu sendiri.
Previous
Next Post »