Nama Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Gatot Brajamusti dan penyanyi Reza Artamevia kembali menjadi buah bibir. Kemunculan nama keduanya saat ini ternyata bukanlah untuk pertama kali.
Sebelumnya pada Desember 2004 lalu, penyanyi seksi Reza Artamevia, mendadak hilang di Bandara Soekarno-Hatta sekembalinya dari Surabaya. Hilangnya Reza kala itu, bersamaan dengan kabar kisruh rumah tangganya dengan almarhum Adjie Massaid.
Reza pada tanggal 12 Desember 2004 lalu, tiba di Bandara Soekarno-Hatta bersama lima orang rekannya. Mereka mulanya sama-sama menunggu di ruangan bagasi. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Reza menghilang dari pandangan empat temannya. Menghilangnya Reza sangat misterius.
Pengacara Reza saat itu, Damayanti, menyebut sebelum peristiwa itu, kliennya memang beberapa kali menerima SMS misterius.
"He Reza, lu sampai berani mengancam Adjie lagi mati lu... liat aja, aku tidak pernah bekerja main-main dan aku sudah mengumpulkan semua jin saya untuk membuat lu cacat mental," isi SMS tersebut.
Dia menilai, saat itu kondisi Reza sedang baik-baik saja. Sehingga dirasa tak mungkin jika Reza menghilang untuk menenangkan diri di suatu tempat.
Singkat cerita, setelah malam itu Reza menghilang, akhirnya keluarga melapor ke polisi. Sepekan berlalu, Damayanti menyebut Reza telah ditemukan.
Ternyata Reza berada di sebuah padepokan di Sukabumi milik guru spiritualnya Gatot Brajamusti alias Aa Gatot. Disebut-sebut keberadaan Reza di sana untuk menenangkan diri, karena berbagai masalah yang mendera rumah tangga bersama Adjie Massaid.
Setelah peristiwa itu, nama Aa Gatot mendadak melejit. Dia selalu tampil ke publik dengan dandanan khas bersorban.
Reza sempat berada di padepokan itu selama beberapa saat. Penyanyi dengan suara serak-serak basah itu pun sempat kembali ke rumahnya namun pada akhirnya kembali ke padepokan itu. Padahal saat itu Reza telah memiliki putri.
Saat ini nama keduanya kembali mencuat, setelah peristiwa penggerebekan pada Rabu (31/8) malam di Hotel Golden Tulip, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aa Gatot dan Reza bersama lima orang lainnya diamankan tim Satgasus Merah Putih Polres Mataram dan Lombok Barat lantaran kepemilikan sabu.
Saat diamankan, Aa Gatot ternyata tengah mengikuti acara pemilihan Ketua Umum PARFI yang berlangsung sejak 24-28 Agustus 2016.
"Iya, jadi saat penggerebekan itu memang di kamar Aa ada sejumlah orang. Karena memang akan ada perayaan ultah, di tanggal 29 kemarin Aa memang kebetulan ultah," terang Juru Bicara PARFI, Ozzy, kepada merdeka.com, Selasa (30/8).
Sebenarnya, kata dia, dari awal Reza memang mengikuti jalannya kongres. Saat ditanya fungsi keberadaan Reza, dia mengaku hanya sebatas memberikan kontribusi untuk PARFI. "Secara struktural sih beliau tidak ada. Dan kebetulan juga Aa kan guru spiritualnya," jelas dia.
Terpisah, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen pol Boy Rafli Amar mengatakan, Gatot diamankan pada Minggu (28/8) malam, atau di sela-sela acara pemilihan ketum Parfi berdasarkan keterangan dari masyarakat. Kongres pemilihan ketum Parfi kebetulan dilakukan di hotel Golden Tulip sejak 24-28 Agustus 2016.
"Berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa tersangka sering melakukan pesta sabu atau narkoba," kata Boy.
Sebelumnya, polisi menangkap Gatot Brajamusti bersama istrinya Dewi Aminah di kamar hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam penangkapan itu, ditemukan alat isap dan narkoba jenis sabu.
Informasi dihimpun, Gatot menikah dengan Dewi yang merupakan istri ketiganya pada 13 Agustus 1995. Sebelumnya, Gatot pernah menikah dua kali. Istri pertamanya bernama Dedeh Haryati dan istri keduanya bernama Mimin.
Penangkapan terhadap keduanya dilakukan Tim Satgasus Merah Putih Polres Mataram dan Lombok Barat. Gatot baru saja terpilih sebagai Ketua Umum PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) kedua kalinya dalam kongres yang dilakukan di Hotel Golden Tulip 24-28 Agustus.
"Kedua pelaku ditangkap di kamar hotel Golden Tulip kamar 1100. Tersangka sering melakukan pesta sabu atau narkoba," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar, Senin (29/8).
Dari tangan Gatot disita 1 klip plastik berbentuk kristal putih di duga sabu, 1 alat pengisap sabu atau bong, 1 pipet kaca, 2 sedotan, 1 korek gas untuk membakar bong, 2 dompet berisi KTP, sejumlah uang dan 1 handphone. Sedangkan dari tangan Dewi ditemukan 1 stip obat dan 2 kondom.
Kemudian berdasarkan hasil keterangan Gatot dan Dewi, tim Satgasus Merah Putih dibawah pimpinan AKBP Hengky Haryadi dan AKBP Heri Herryawan bersama 20 anggota melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Jalan Niaga Hijau X Nomor 1 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ditemukan lagi sejumlah barang bukti.
Sebelumnya pada Desember 2004 lalu, penyanyi seksi Reza Artamevia, mendadak hilang di Bandara Soekarno-Hatta sekembalinya dari Surabaya. Hilangnya Reza kala itu, bersamaan dengan kabar kisruh rumah tangganya dengan almarhum Adjie Massaid.
Reza pada tanggal 12 Desember 2004 lalu, tiba di Bandara Soekarno-Hatta bersama lima orang rekannya. Mereka mulanya sama-sama menunggu di ruangan bagasi. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Reza menghilang dari pandangan empat temannya. Menghilangnya Reza sangat misterius.
Pengacara Reza saat itu, Damayanti, menyebut sebelum peristiwa itu, kliennya memang beberapa kali menerima SMS misterius.
"He Reza, lu sampai berani mengancam Adjie lagi mati lu... liat aja, aku tidak pernah bekerja main-main dan aku sudah mengumpulkan semua jin saya untuk membuat lu cacat mental," isi SMS tersebut.
Dia menilai, saat itu kondisi Reza sedang baik-baik saja. Sehingga dirasa tak mungkin jika Reza menghilang untuk menenangkan diri di suatu tempat.
Singkat cerita, setelah malam itu Reza menghilang, akhirnya keluarga melapor ke polisi. Sepekan berlalu, Damayanti menyebut Reza telah ditemukan.
Ternyata Reza berada di sebuah padepokan di Sukabumi milik guru spiritualnya Gatot Brajamusti alias Aa Gatot. Disebut-sebut keberadaan Reza di sana untuk menenangkan diri, karena berbagai masalah yang mendera rumah tangga bersama Adjie Massaid.
Setelah peristiwa itu, nama Aa Gatot mendadak melejit. Dia selalu tampil ke publik dengan dandanan khas bersorban.
Reza sempat berada di padepokan itu selama beberapa saat. Penyanyi dengan suara serak-serak basah itu pun sempat kembali ke rumahnya namun pada akhirnya kembali ke padepokan itu. Padahal saat itu Reza telah memiliki putri.
Saat ini nama keduanya kembali mencuat, setelah peristiwa penggerebekan pada Rabu (31/8) malam di Hotel Golden Tulip, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aa Gatot dan Reza bersama lima orang lainnya diamankan tim Satgasus Merah Putih Polres Mataram dan Lombok Barat lantaran kepemilikan sabu.
Saat diamankan, Aa Gatot ternyata tengah mengikuti acara pemilihan Ketua Umum PARFI yang berlangsung sejak 24-28 Agustus 2016.
"Iya, jadi saat penggerebekan itu memang di kamar Aa ada sejumlah orang. Karena memang akan ada perayaan ultah, di tanggal 29 kemarin Aa memang kebetulan ultah," terang Juru Bicara PARFI, Ozzy, kepada merdeka.com, Selasa (30/8).
Sebenarnya, kata dia, dari awal Reza memang mengikuti jalannya kongres. Saat ditanya fungsi keberadaan Reza, dia mengaku hanya sebatas memberikan kontribusi untuk PARFI. "Secara struktural sih beliau tidak ada. Dan kebetulan juga Aa kan guru spiritualnya," jelas dia.
Terpisah, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen pol Boy Rafli Amar mengatakan, Gatot diamankan pada Minggu (28/8) malam, atau di sela-sela acara pemilihan ketum Parfi berdasarkan keterangan dari masyarakat. Kongres pemilihan ketum Parfi kebetulan dilakukan di hotel Golden Tulip sejak 24-28 Agustus 2016.
"Berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa tersangka sering melakukan pesta sabu atau narkoba," kata Boy.
Sebelumnya, polisi menangkap Gatot Brajamusti bersama istrinya Dewi Aminah di kamar hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam penangkapan itu, ditemukan alat isap dan narkoba jenis sabu.
Informasi dihimpun, Gatot menikah dengan Dewi yang merupakan istri ketiganya pada 13 Agustus 1995. Sebelumnya, Gatot pernah menikah dua kali. Istri pertamanya bernama Dedeh Haryati dan istri keduanya bernama Mimin.
Penangkapan terhadap keduanya dilakukan Tim Satgasus Merah Putih Polres Mataram dan Lombok Barat. Gatot baru saja terpilih sebagai Ketua Umum PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) kedua kalinya dalam kongres yang dilakukan di Hotel Golden Tulip 24-28 Agustus.
"Kedua pelaku ditangkap di kamar hotel Golden Tulip kamar 1100. Tersangka sering melakukan pesta sabu atau narkoba," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar, Senin (29/8).
Dari tangan Gatot disita 1 klip plastik berbentuk kristal putih di duga sabu, 1 alat pengisap sabu atau bong, 1 pipet kaca, 2 sedotan, 1 korek gas untuk membakar bong, 2 dompet berisi KTP, sejumlah uang dan 1 handphone. Sedangkan dari tangan Dewi ditemukan 1 stip obat dan 2 kondom.
Kemudian berdasarkan hasil keterangan Gatot dan Dewi, tim Satgasus Merah Putih dibawah pimpinan AKBP Hengky Haryadi dan AKBP Heri Herryawan bersama 20 anggota melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Jalan Niaga Hijau X Nomor 1 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ditemukan lagi sejumlah barang bukti.

ConversionConversion EmoticonEmoticon